Jumat, 21 November 2025

Ayu Fitria Lu'lu'il M

 CUPANG BIRU DI AQUARIUM 

Hari itu temanku yang biasanya menjahiliku tiba tiba memberiku sebuah benda. Tak lain dan tak bukan adalah seekor ikan cupang yang ia beli di penjual cupang depan sekolah. Warnanya bewarna merah kebiruan dengan sirip yang indah, siripnya bergerak lembut seperti kain sutra yang menari. Aku memandangi ikan itu lama sekali. Warnanya cantik, seperti memancarkan cahaya jika terkena sinar matahari.

Aku berterima kasih kepada temanku dan dia langsung pergi untuk pulang ke rumahnya.  Aku membawa pulang Ikan itu ke rumah dan ku tunjukkan kepada ayahku dan ibuku. Aku mulai belajar merawat nya dari ayah. Malamnya, Ayah mengajariku cara memberi makan. “Jangan banyak-banyak, nanti dia sakit,” katanya. Aku mengangguk, meski di dalam hati aku yakin bisa melakukannya. Ayah berkata namanya Cupang Halfmoon, jenis yang harus dirawat dengan hati-hati. Saat itu, aku merasa seperti mendapat tanggung jawab besar, meskipun itu adalah ikan pemberian temanku.

Aku mulai belajar merawat nya dengan baik ku beri makan dan mengganti airnya setiap 2 kali sehari dan menyempatkan waktu mengamati pergerakannya. Perlahan, cupang biruku kembali aktif, berputar-putar seakan senang. Tapi suatu sore aku ingin mengganti airnya tapi entah kenapa pergerakan ikan cupang ku tidak seperti biasanya, doa menggeliat tak mau dipindah kan dari tempat nya. Dan aku bingung tidak ada ayah di rumah yang biasanya membantu ku untuk membersihkan air ikan. Alhasil ikan cupang ku masuk ke dalam saluran pembuangan. Aku berteriak karena ikan ku hanyut ke dalam saluran pembuangan, aku menangis tak tahu bagaimana cara mengambil nya.

Ayahku pulang bersama dengan ibuku dan aku langsung bicara dengan ayahku tentang ikan ku yang hanyut ke dalam saluran pembuangan. Ayah ku yang langsung paham lalu menyuruh ku untuk menyiram saluran pembuangan dengan air. Ayahku kemudian membuka saluran pembuangan air dan menunggu, entah apa yang dilakukan ayahku tapi aku di suruh untuk tetap menyiram air. Dan akhirnya ayahku menemukan seekor ikan, itu cupang biru ku aku senang dia masih hidup dan bernafas aku langsung menatap nya dengan senang.

Ayahku memasukkan nya ke dalam aquarium yang dia tempati sebelum nya, dia berenang kesana kemari. Saat membantu Ayah mengganti air, aku merasa sangat bersalah. Aku baru sadar, merawat makhluk hidup itu sangat tidak mudah tapi aku berusaha untuk memahami apa yang mereka butuhkan.Cupang biru itu mungkin kecil, tapi ia mengajarkanku cara merawat dengan sungguh-sungguh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FAJAR DWI BAKTI

Sinopsis "Ketika Mesin Itu Tak Lagi Menyala" Cerita ini mengisahkan Wawan, seorang pengemudi ojek online yang bekerja keras demi i...