Selasa, 18 November 2025

MALIK

KELUD KALA ITU

Pada waktu pagi mendekati waktu subuh, saya dan teman saya yaitu Raka, Dimas, dan Joko memulai pendakian Gunung Kelud via Karangrejo. Udara yang sangat dingin,tetapi semangat kita untuk mendaki begitu besar.

Jalur yang banyak bebatuan dan jalan yang sangat panjang membuat napas terengah, terutama Dimas yang banyak mengeluh.Saya hanya senyum, dan menepuk bahu dimas. “Santai bro, sedikit lagi sampai puncak Lembusuro.”

Ketika kita tiba di puncak Lembusuro dan disuguhkan kawah dari Gunung Kelud, matahari terbit tepat di hadapan kita. Cahaya matahari yang menyinari kawah dan tebing-tebingnya, membuat Gunung Kelud tampak megah dan indah.

“Indah bangetm.” kata Raka.

Saya melihat pemandangan itu dengan hati yang sangat lega. Semua beban pikiran langsung hilang setelah sampai puncak. saya tersenyum pada teman-teman saya. “Terima kasih sudah ngajak Aku ke sini. Kalo ada waktu,ayo mendaki gunung lagi.”

Joko mengangguk. “Gunung selalu tahu cara nenangin kepala.”

Setelah beberapa menit menikmati sunrise, kita bersiap turun. Saya melangkah sambil membawa satu hal sederhana: rasa tenang dan persahabatan yang semakin erat.

Pendakian singkat, namun tak akan kita lupakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

almira arrulia

  Sinopsis Cerpen: "Jingga di Antara Sisa Abu dan Malioboro" Cerita ini merajut kenangan perjalanan sekelompok siswa menuju Yogyak...