Mentari mulai meredup, menyisakan semburat jingga di langit Malang. Udara dingin khas pegunungan mulai menusuk kulit, namun semangatku tak surut. Hari ini, aku berencana memancing di sebuah bendungan karangkates yang sangat besar konon katanya menyimpan banyak ikan mujair babon wader cukil uceng sirip merah dll.
Aku sudah menyiapkan segalanya sejak malam. Joran kesayanganku, umpan lumut dan pelet segar yang baru kubeli dari pasar, dan termos kopi panas dan rokok untuk menemani pagi yang panjang. Dan Tak lupa, jaket tebal untuk melawan dinginnya malam.
Sesampainya di karangkates suasana begitu tenang. Hanya suara burung dan air yang mengalir yang memecah keheningan. Aku memilih tempat di bawah pohon beringin tua, tempat yang menurutku paling strategis.
Dengan hati-hati, kulemparkan kail yang sudah diisi umpan ke tengah kali Kupejamkan mata, merasakan kedamaian yang jarang kurasakan . Memancing bukan hanya tentang mendapatkan ikan, tapi juga tentang kesabaran dan ketenangan
Waktu berlalu begitu lambat. Satu jam, dua jam, tak ada tanda-tanda ikan menyambar umpan. Rasa kantuk mulai menyerang, namun kuusir dengan menyeruput kopi panas. dan membakar satu rokok Tiba-tiba, joranku bergerak-gerak. Jantungku berdegup kencang. Ini dia!
Dengan sigap, kutarik joran itu. Terasa ada perlawanan yang cukup kuat dari ujung sana. Pertarungan sengit pun terjadi. Ikan itu berusaha melepaskan diri, namun aku tak menyerah. Setelah beberapa menit, akhirnya ikan itu menyerah.
Kutarik perlahan ke tepi Seekor mujair babon dengan ukuran yang cukup besar berhasil kuangkat. Matanya memancarkan cahaya perak di bawah rembulan. Aku tersenyum puas. Usahaku tak sia-sia.
Kulepaskan kail dari mulut ikan itu, lalu kumasukkan ke dalam karambak yang sudah kusiapkan. Matahari mulai semakin memancarkan cahayanya, udara semakin sejuk" Panas . Dan kulempar kail ku lagi di tengah" Dan beberapa menit kail ku di sambar ikan dan aku tarik joran ku kulihat ada ikan wader cukil yang nyambar kail ku dan hari pun sudah sore aku memutuskan untuk pergi pulang .
Dalam perjalanan pulang, aku mampir ke orang jualan bakso di karnakan aku sudah lapar dan lanjut perjalanan aku merenung. Memancing telah mengajarkanku tentang kesabaran, ketekunan, . Lebih dari itu, memancing adalah caraku untuk melarikan diri dari rutinitas dan menemukan kedamaian dalam diri sendiri.
Sesampai dirumah aku pergi mandi dan setelah mandi aku melaksanakan sholat magrib dan setelah itu lanjut mamasak ikan dengan teman" Dan makan bersama sama
TAMATTTTTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar