Rabu, 19 November 2025

M. Zidny Alfiyan

 Senja di Lumajang


Di tepi pantai Watu Kecak, Lumajang, langit mulai memerah seperti kanvas yang dicelup api. Sore itu, angin laut membawa aroma garam dan rumput laut, bercampur dengan harum bunga melati yang mekar di kebun-kebun sekitar. Pak Amir, nelayan tua berusia enam puluh tahun, duduk di atas batu karang sambil memandangi horizon. Jaringnya yang basah tergantung di bahu, bekas perjuangan seharian melawan ombak.


"Senja ini selalu sama, tapi tak pernah bosan," gumamnya pelan, sambil mengisap rokok kretek yang ujungnya berkedip-kedip. Di kejauhan, Gunung Semeru berdiri gagah, siluetnya hitam pekat melawan langit jingga. Asap tipis dari puncaknya mengingatkan pada napas dewa yang sedang tidur. Lumajang, daerah ini, bukan sekadar tanah; ia adalah cerita. Cerita tentang tanah subur yang melahirkan kopi robusta terbaik, tentang sungai-sungai yang mengalir deras dari pegunungan, dan tentang orang-orang yang hidup sederhana namun kuat.


Tiba-tiba, langkah kaki mendekat. Itu Siti, cucunya yang berusia sepuluh tahun, datang sambil membawa keranjang kecil berisi ikan segar. "Kakek, lihat! Matahari mau tenggelam!" serunya, mata bundar penuh kegembiraan. Pak Amir tersenyum, mengusap kepala bocah itu. "Ya, Sayang. Senja ini seperti janji. Hari ini berakhir, tapi besok datang lagi. Lumajang kita ini, selalu begitu."


Mereka duduk bersama, menyaksikan matahari perlahan tenggelam ke laut. Ombak berbisik, seolah menceritakan rahasia-rahasia lama. Di balik bukit, desa mulai menyala lampu-lampu rumah, aroma nasi goreng dan sambal terbang dari dapur-dapur. Lumajang menjelang sore bukan sekadar waktu; ia adalah pelukan hangat bagi jiwa yang lelah, pengingat bahwa di tengah kehidupan yang keras, selalu ada keindahan yang menanti. Dan malam ini, seperti malam-malam sebelumnya, dunia akan tidur dalam damai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FAJAR DWI BAKTI

Sinopsis "Ketika Mesin Itu Tak Lagi Menyala" Cerita ini mengisahkan Wawan, seorang pengemudi ojek online yang bekerja keras demi i...