Sabtu, 14 Maret 2026

Khairunnisa Ilutfiyyah

Khoirunnisa  Ilutfiyyah 
Pertama kali jadi MC

Hari itu aku sangat deg-degan.Aku berdiri di belakang panggung kecil yang di hiasi bunga-bunga putih,menunggu untuk memulai acara .Ini pertama kalinya aku jadi MC dan langsung pada  acara yang sangat berkesan yaitu pernikahan MAS DAFFA  dia adalah sepupuku.


Suasana begitu meriah,tamu-tamu sudah memenuhi kursi  dan memakan hidangan yang ada di meja.Tanganku sempat bergerar,tetapi kulihat ibu berdiri tidak jauh dariku,menatap sambil memberi senyum penuh keyakinan,rasa ragu dan takut menjadi agak berkurang.


“ Ayo kamu bisa .kamu hebat’ kata ibuku.


Ketika mikropone berada di tanganku,Aku menarik nafas panjang.”Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….”suaraku terdengar yakin ,walaupun ada beberapa kalimat  yang typo tapi aku tetap berusaha tenang .Aku memandu acara ngunduh mantu dan menyambut para tamu ,hingga sesi foto keluarga .Beberapa kali aku bahkan mendengar suara kecil dari tamu ketika aku  membaca kalimat agak lucu dari google.


Dan lucunya aku tidak membaca bagian penutup hihihi.



Saat acara selesai aku menghampiri ibu dan aku berkata “lupa ga di tutup soalnya orang-orang udah ninggalin untuk makan” Dan ibu menjawab “ G papa namanya belajar”


Aku tertawa kecil ,merasa tidak teralu buruk.Suka sekali bisa membuat ibu dan keluargaku bangga
Ketika acara selesai, MAS DAFFA  juga berterima kasih padaku, Hari itu aku pulang dengan hati penuh bahagia, membawa pengalaman badan menyadari aku bisa melakukannya  jika  aku  yakin  dengan semuanya.



















SINOPSIS 

Seorang remaja untuk pertama kalinya menjadi MC di acara pernikahan sepupunya. Mas Daffa merasa sangat gugup saat menunggu di belakang panggung yang di hiasi bunga –bunga putih.Tangannya gemetar melihat para tamu  yang  sudah memenuhi tempat acara. Namun, dukungan dan senyum penuh keyakinan dari sang ibu membuatnya lebih tenang dan percaya diri.

Saat memandu acara  mengunduh mantu ,ia tertap berusaha tampil yakin meskipun sempat melakukan kesalahan kecil dan lupa membacakan penutup. Suasana tetap berjalan meriah , bahkan beberapa tamu tertawa saat ia membacakan bagian lucu. Setealah acara selesai ,ibu menenangkan bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Pengalaman itu membuatnya pulang dengan hati bahagia,bangga pada dirinya sendiri, dan semakin percaya bahwa ia mampu melakukan hal - hal baru jika berani mencoba.
















UNSUR  INTRINSIK

1. Tahapan alur
 Awal ( Eksposisi) “Tokoh utama bersiap menjadi MC untuk pertama kalinya di pernikahan sepupunya. Mas Daffa Ia berdiri di belakang panggung yang di hiasi bunga putih dan merasa gugup
 Muncul Konflik ( Rising action) “ rasa gugup dan takut salah muncul saat melihat tamu yang ramai dan tanggannya bergetar 
 Klimaks  “ Saat tokoh utama mulai berbicara dengan mikrofon ,menarik nafas panjang,dan memandu acara meski masih ada typo dan lupa bagian penutup.
 Antiklimaks (Falling Action) “ Acara  selesai,tamu tertawa dan menikmati jalannya acara ,ibunya menenangkan tokoh utama.
 Penyelesaian (Resolusi) “ Tokoh utama pulang  dengan perasaan bahagia dan bangga serta lebih percaya diri setelah menjalankan tugasnya.

2. Tema 
 Keberanian menghadapai tantangan pertama dan belajar dari pengalaman.

3. Tokoh dan penokohan 
 Tokoh Utama “ Remaja (narrator),gugup.pemalu kemuadian percaya diri
 Ibu “ Pemberi semangat ,penyemangat,penyayang
 Mas Daffa (sepupu) “ Tokoh pendukung ,penerima jasa MC
 Tamu Undangan “ tokoh pendukung memberikan reaksi terhadap aksi tokoh utama 

4. Alur 
 Alur maju (chronological),dimulai dari persiapan sebelum acara,pelaksanaan acara hingga penutup dan refleksi utama’

5. Latar 
 Tempat ,Panggung kecil berhiaskan bunga putih,lokasi pernikahan
 Waktu ,Hari pernikahan mas Daffa (siang /sore sesuai acara)
 Suasana ,Awalnya tegang dan gugup ,berubah menjadi meriah dan hangat berakhir bahagia.
 
6. Sudut pandang 
 Sudut pandang “orang pertama (aku) sehingga pembaca merasakan langsung perasaan gugup,cemas dan bangga tokoh utama. 


















KONFLIK

Dalam cerpen tersebut konflik batin ( internal ) yang di alami tokoh utama yaitu ia merasa sangat  gugup, tidak percaya diri, dan takut melakukan kesalahan saat menjadi MC  untuk pertama  kalinya di acara pernikahan sepupunya. Rasa deg – degan, tangan yang gemetar,serta kekhawatiran saat  berbicara di depan banyak tamu menjadi masalah utama yang ia hadapi.

Konflik ini kemudian mereda ketika ia mendapat dukungan dari ibunya dan berhasil menyelesaikan  tugasnya, sehingga ia menjadi lebih percaya diri .




















TITIK BALIK 

Saat ibunya memberi semangat dan berkata, ‘” Kamu bisa,kamu hebat”
Sejak itu ia mulai lebih tenang dan berani memulai acara.





























RESOLUSI 

Saat acara selesai dengan lancar , ibunya mengatakan tidak apa-apa karena masih belajar  , dan ia pulang dengan perasaan bangga serta lebih percaya diri.




























KATA PILIHAN 

Gugup

Bunga Putih 

Indah

Bangga 

Penuh sesak 

Meriah 

Lupa

Bergetar 

Tertawa 

Berani
 











PUISI 

Gugup menunggu dibalik panggung.
Bunga putih menghiasi indah 
Tangan gemetar melihat tamu 
Tempat acra oenuh sesak 
Ibu tersenyum penuh keyakinan 
Tenang ku pun mulai melangkah 

Memandu acara nengunduh mantu 
Tampil yakin tak gentar 
Kesalaha kecil terjadi 
Lupa baca penutup sana 

Suaraku bergetar sedikit 
Tamu tertawa bagian lucu 
Suasana tetap meriah 
Semangat tak pernah padam 

Acara selesai ibu katakana
Kesalahan bagian dari belajar 
Pulang hati bahagia
Bangga pada diri sendiri


Kini kutahu berani mencoba 
Hal baru dapat kulakukan 
Percaya diri tumbuh dalam jiwa 
Malam itu tak kan ku lupa 



TIPOGRAFI

1. Bentuk Fisik Puisi
a. Jumlah Bait
Puisi terdiri dari 5 bait  
b. Jumlah Baris 
Total terdapat 20 baris 
 Bait 1 : 2 baris
 Bait 2 : 4 baris
 Bait 3 : 4 baris
 Bait 4 : 4 baris
 Bait 5 : 4 baris
c. Panjang baris 
Setiap baris terdiri dari sekitar 3-6 kata termasuk kategori larik pendek hingga sedang sehingga terasa ringan dan mudah di baca.

2. Tata Latak 
 Ditulis rata kiri 
 Tiap baris dipisahkan oleh satu baris kosong 
 Tidak menggunakan tanda baca berlebihan 
 Menggunakan huruf kapital di awal kalimat  dan tanda kutip pada dialog.
Struktur baitnya membentuk puisi bebas tidak terikat aturan pantun atau syair 

3. Ciri Tipografi yang menonjol 
 Baris-baris pendek memberi kesan tegas dan fokus pada perasaaan 
 Pemisahan bait menunjukkan perubahan suasana (gugup,belajar,bangga)
 Adanya dialog;

 Kesalahan bagian dari belajar 
 Membuat puisi terasa lrbih hidup dan emosional 

4. Jenis Puisi 
Termasuk puisi bebas (modern) karena : 

 Tidak memiliki pola rima tetap 
 Tidak terikat jumlah suku kata tertentu 
 Menggunakn ekspresi perasaan 























Tidak ada komentar:

Posting Komentar

almira arrulia

  Sinopsis Cerpen: "Jingga di Antara Sisa Abu dan Malioboro" Cerita ini merajut kenangan perjalanan sekelompok siswa menuju Yogyak...