Khoirunnisa Ilutfiyyah
Pertama kali jadi MC
Hari itu aku sangat deg-degan.Aku berdiri di belakang panggung kecil yang di hiasi bunga-bunga putih,menunggu untuk memulai acara .Ini pertama kalinya aku jadi MC dan langsung pada acara yang sangat berkesan yaitu pernikahan MAS DAFFA dia adalah sepupuku.
Suasana begitu meriah,tamu-tamu sudah memenuhi kursi dan memakan hidangan yang ada di meja.Tanganku sempat bergerar,tetapi kulihat ibu berdiri tidak jauh dariku,menatap sambil memberi senyum penuh keyakinan,rasa ragu dan takut menjadi agak berkurang.
“ Ayo kamu bisa .kamu hebat’ kata ibuku.
Ketika mikropone berada di tanganku,Aku menarik nafas panjang.”Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….”suaraku terdengar yakin ,walaupun ada beberapa kalimat yang typo tapi aku tetap berusaha tenang .Aku memandu acara ngunduh mantu dan menyambut para tamu ,hingga sesi foto keluarga .Beberapa kali aku bahkan mendengar suara kecil dari tamu ketika aku membaca kalimat agak lucu dari google.
Dan lucunya aku tidak membaca bagian penutup hihihi.
Saat acara selesai aku menghampiri ibu dan aku berkata “lupa ga di tutup soalnya orang-orang udah ninggalin untuk makan” Dan ibu menjawab “ G papa namanya belajar”
Aku tertawa kecil ,merasa tidak teralu buruk.Suka sekali bisa membuat ibu dan keluargaku bangga
Ketika acara selesai, MAS DAFFA juga berterima kasih padaku, Hari itu aku pulang dengan hati penuh bahagia, membawa pengalaman badan menyadari aku bisa melakukannya jika aku yakin dengan semuanya.
SINOPSIS
Seorang remaja untuk pertama kalinya menjadi MC di acara pernikahan sepupunya. Mas Daffa merasa sangat gugup saat menunggu di belakang panggung yang di hiasi bunga –bunga putih.Tangannya gemetar melihat para tamu yang sudah memenuhi tempat acara. Namun, dukungan dan senyum penuh keyakinan dari sang ibu membuatnya lebih tenang dan percaya diri.
Saat memandu acara mengunduh mantu ,ia tertap berusaha tampil yakin meskipun sempat melakukan kesalahan kecil dan lupa membacakan penutup. Suasana tetap berjalan meriah , bahkan beberapa tamu tertawa saat ia membacakan bagian lucu. Setealah acara selesai ,ibu menenangkan bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Pengalaman itu membuatnya pulang dengan hati bahagia,bangga pada dirinya sendiri, dan semakin percaya bahwa ia mampu melakukan hal - hal baru jika berani mencoba.
UNSUR INTRINSIK
1. Tahapan alur
Awal ( Eksposisi) “Tokoh utama bersiap menjadi MC untuk pertama kalinya di pernikahan sepupunya. Mas Daffa Ia berdiri di belakang panggung yang di hiasi bunga putih dan merasa gugup
Muncul Konflik ( Rising action) “ rasa gugup dan takut salah muncul saat melihat tamu yang ramai dan tanggannya bergetar
Klimaks “ Saat tokoh utama mulai berbicara dengan mikrofon ,menarik nafas panjang,dan memandu acara meski masih ada typo dan lupa bagian penutup.
Antiklimaks (Falling Action) “ Acara selesai,tamu tertawa dan menikmati jalannya acara ,ibunya menenangkan tokoh utama.
Penyelesaian (Resolusi) “ Tokoh utama pulang dengan perasaan bahagia dan bangga serta lebih percaya diri setelah menjalankan tugasnya.
2. Tema
Keberanian menghadapai tantangan pertama dan belajar dari pengalaman.
3. Tokoh dan penokohan
Tokoh Utama “ Remaja (narrator),gugup.pemalu kemuadian percaya diri
Ibu “ Pemberi semangat ,penyemangat,penyayang
Mas Daffa (sepupu) “ Tokoh pendukung ,penerima jasa MC
Tamu Undangan “ tokoh pendukung memberikan reaksi terhadap aksi tokoh utama
4. Alur
Alur maju (chronological),dimulai dari persiapan sebelum acara,pelaksanaan acara hingga penutup dan refleksi utama’
5. Latar
Tempat ,Panggung kecil berhiaskan bunga putih,lokasi pernikahan
Waktu ,Hari pernikahan mas Daffa (siang /sore sesuai acara)
Suasana ,Awalnya tegang dan gugup ,berubah menjadi meriah dan hangat berakhir bahagia.
6. Sudut pandang
Sudut pandang “orang pertama (aku) sehingga pembaca merasakan langsung perasaan gugup,cemas dan bangga tokoh utama.
KONFLIK
Dalam cerpen tersebut konflik batin ( internal ) yang di alami tokoh utama yaitu ia merasa sangat gugup, tidak percaya diri, dan takut melakukan kesalahan saat menjadi MC untuk pertama kalinya di acara pernikahan sepupunya. Rasa deg – degan, tangan yang gemetar,serta kekhawatiran saat berbicara di depan banyak tamu menjadi masalah utama yang ia hadapi.
Konflik ini kemudian mereda ketika ia mendapat dukungan dari ibunya dan berhasil menyelesaikan tugasnya, sehingga ia menjadi lebih percaya diri .
TITIK BALIK
Saat ibunya memberi semangat dan berkata, ‘” Kamu bisa,kamu hebat”
Sejak itu ia mulai lebih tenang dan berani memulai acara.
RESOLUSI
Saat acara selesai dengan lancar , ibunya mengatakan tidak apa-apa karena masih belajar , dan ia pulang dengan perasaan bangga serta lebih percaya diri.
KATA PILIHAN
Gugup
Bunga Putih
Indah
Bangga
Penuh sesak
Meriah
Lupa
Bergetar
Tertawa
Berani
PUISI
Gugup menunggu dibalik panggung.
Bunga putih menghiasi indah
Tangan gemetar melihat tamu
Tempat acra oenuh sesak
Ibu tersenyum penuh keyakinan
Tenang ku pun mulai melangkah
Memandu acara nengunduh mantu
Tampil yakin tak gentar
Kesalaha kecil terjadi
Lupa baca penutup sana
Suaraku bergetar sedikit
Tamu tertawa bagian lucu
Suasana tetap meriah
Semangat tak pernah padam
Acara selesai ibu katakana
Kesalahan bagian dari belajar
Pulang hati bahagia
Bangga pada diri sendiri
Kini kutahu berani mencoba
Hal baru dapat kulakukan
Percaya diri tumbuh dalam jiwa
Malam itu tak kan ku lupa
TIPOGRAFI
1. Bentuk Fisik Puisi
a. Jumlah Bait
Puisi terdiri dari 5 bait
b. Jumlah Baris
Total terdapat 20 baris
Bait 1 : 2 baris
Bait 2 : 4 baris
Bait 3 : 4 baris
Bait 4 : 4 baris
Bait 5 : 4 baris
c. Panjang baris
Setiap baris terdiri dari sekitar 3-6 kata termasuk kategori larik pendek hingga sedang sehingga terasa ringan dan mudah di baca.
2. Tata Latak
Ditulis rata kiri
Tiap baris dipisahkan oleh satu baris kosong
Tidak menggunakan tanda baca berlebihan
Menggunakan huruf kapital di awal kalimat dan tanda kutip pada dialog.
Struktur baitnya membentuk puisi bebas tidak terikat aturan pantun atau syair
3. Ciri Tipografi yang menonjol
Baris-baris pendek memberi kesan tegas dan fokus pada perasaaan
Pemisahan bait menunjukkan perubahan suasana (gugup,belajar,bangga)
Adanya dialog;
Kesalahan bagian dari belajar
Membuat puisi terasa lrbih hidup dan emosional
4. Jenis Puisi
Termasuk puisi bebas (modern) karena :
Tidak memiliki pola rima tetap
Tidak terikat jumlah suku kata tertentu
Menggunakn ekspresi perasaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar