Kamis, 04 Desember 2025

Dewi izzatul

 Resensi novel tentang – HAFALAN SHALAT DELISA




1. Identitas buku

 •Judul: Hafalan Shalat Delisa

 •Pengarang: Tere Liye

 •Penerbit: Republika

 •Tahun Terbit: 2005

 •Kota Terbit: Jakarta

 •Jumlah Halaman: ± 266 halaman (tergantung edisi)

 •Genre: Fiksi, drama keluarga, inspiratif

 •Bahasa: Indonesia

 •Tokoh Utama: Delisa

 •Setting: Desa Lhok Nga, Aceh – sebelum dan sesudah tsunami 2004

2.Ringkasan isi

Novel ini bercerita tentang Delisa, seorang anak perempuan kecil yang

tinggal di Desa Lhok Nga, Aceh. Ia sedang berlatih menghafal gerakan dan

bacaan shalat untuk ujian di sekolah. Delisa sangat bersemangat karena

ingin memberikan hafalan shalatnya sebagai hadiah untuk ibunya, Ummi

Salamah.

Namun ketika hari ujian tiba, tsunami besar melanda Aceh. Desa hancur,

banyak warga meninggal, dan Delisa terpisah dari keluarganya. Ia

diselamatkan oleh para relawan, termasuk seorang prajurit bernama

Brigadir Ahmed.

Delisa menjalani hidup baru sebagai anak yang selamat, meski kehilangan

sebagian anggota keluarganya. Dengan hati yang kuat, ia mencoba bangkit

dan tetap menjaga hafalan shalat yang dulu ia pelajari bersama ibunya.

Kehangatan para relawan dan orang-orang sekitarnya membuat Delisa

kembali menemukan harapan.

 Novel ini menggambarkan ketabahan, cinta keluarga, dan kemampuan

seorang anak kecil untuk bertahan di tengah musibah besar.

3.Analisis / Evaluasi

Kelebihan

1.Mengandung nilai moral dan religius yang kuat

Novel ini mengajarkan ketabahan, keikhlasan, dan pentingnya

bersyukur dalam keadaan sulit.

2.Cerita sangat menyentuh dan emosional

Kisah Delisa sebagai anak kecil yang tetap tegar setelah bencana

membuat pembaca ikut merasakan haru dan empati.

3.Penyampaian bahasa sederhana dan mudah dipahami

Gaya bahasa Tere Liye tidak bertele-tele sehingga cocok untuk pembaca

remaja maupun dewasa.

4.Latar belakang tsunami Aceh digambarkan realistis

Meskipun tidak terlalu detail, suasana pascabencana terasa nyata dan

menggugah.

5.Tokoh-tokohnya kuat dan berkesan

Delisa, Ummi, serta para relawan memiliki karakter yang mudah diingat dan membangun cerita.

Kekurangan

1.Beberapa bagian terasa terlalu dramatis

Karena fokus pada perasaan dan musibah, beberapa pembaca mungkin merasa ceritanya sangat emosional atau “melankolis”.

2.Konflik tidak terlalu kompleks

Sebagai novel yang penuh nilai moral, alurnya cenderung sederhana sehingga kurang menantang bagi pembaca yang suka konflik rumit.

3.Deskripsi lingkungan kurang mendetail

Meski latarnya kuat, beberapa pembaca mungkin ingin lebih banyak gambaran tentang kondisi pascatsunami.

4.Beberapa tokoh pendukung kurang tergali

Tokoh seperti relawan atau warga lain tidak seluruhnya dikembangkan secara mendalam.

4. Kesimpilan / Rekomendasi

     •Kesimpulan

Novel Hafalan Shalat Delisa menyampaikan kisah yang menyentuh tentang ketabahan seorang anak kecil menghadapi musibah besar. Melalui karakter Delisa, pembaca diajak memahami arti ikhlas, sabar, dan kekuatan doa. Ceritanya sederhana, tetapi penuh nilai moral dan menggambarkan bagaimana harapan bisa tumbuh meski dalam keadaan sulit.

    •Rekomendasi: Cocok untuk elajar atau remaja yang ingin membaca kisah inspiratif.Pembaca yang suka cerita keluarga dan nilai religius.Mereka yang ingin memahami perjuangan masyarakat Aceh pascatsunami.Novel ini layak dibaca karena membawa pesan positif dan memberikan pelajaran tentang keteguhan hati serta pentingnya tetap bersyukur.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FAJAR DWI BAKTI

Sinopsis "Ketika Mesin Itu Tak Lagi Menyala" Cerita ini mengisahkan Wawan, seorang pengemudi ojek online yang bekerja keras demi i...